-->
  • Jelajahi

    Copyright © ABNEWS.id | Berita Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Hadirnya Musim Hujan, Normalkan Aktivitas Warga Lereng Gunung Slamet

    AB NEWS
    Selasa, 06 Oktober 2020, 02:01 WIB Last Updated 2020-10-05T19:01:45Z
    Hadirnya Musim Hujan, Normalkan Aktivitas Warga Lereng Gunung Slamet

    AB NEWS ■ Setelah beberapa bulan wilayah lereng Gunung Slamet tidak menerima guyuran air hujan, kini penduduk setempat sudah mulai lega. Pasalnya,  beberapa hari terakhir kucuran air dari langit sudah sering jatuh.

    Tanah tandus, gersang dan tebalnya debu di tiap sudut pandang pun telah  berganti jadi pemandangan yang menyejukkan, khas pegunungan. 

    Tak hanya itu, aktivitas para petani berjalan normal kembali, bahkan seolah tak kenal lelah, mereka bekerja dari pagi hingga sore hari. 
      
    Terpantau hingga Senin dini hari, 5 oktober 2020, hujan turun sporadis di wilayah ini dengan intensitas ringan hingga sedang.

    Fenomena  datangnya musim penghujan, tentu sangat diharapkan oleh penduduk yang bermukim di kaki gunung slamet, terutama masyarakat  beberapa desa di kabupaten  Purbalingga, kecuali ds Karangsari dan pemukiman yang terlewati aliran PDAM, keseluruhan  wilayah kecamatan pulosari alami krisis air.

    Nasib sama juga di alami oleh warga, beberapa wilayah di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.

    Tidak adanya sumber mata air memadai yang bisa menjawab  kekeringan dan ketersediaan air bersih, merupakan persoalan yang belum terselesaikan sampai saat ini.

    "Terkecuali dengan dana  sangat besar dan teknologi super canggih, semuanya bisa terjawab, itu pun bila ada beberapa pihak di negeri ini yang serius memperjuangkannya," kata Imam, warga setempat yang ditemui di pangkalan ojek Gintung.

    Hadirnya Musim Hujan, Normalkan Aktivitas Warga Lereng Gunung Slamet

    Sementara banyak orang, masih sibuk dengan thema pilkada serentak di Indonesia.

    "Saya merasa bersyukur dengan berakhirnya kemarau, setidaknya ketersediaan air di daerah ini bisa terpenuhi, pelaku usaha peternakan ayam pedaging dan pabrik batako operasionalnya bisa di minimalisir bila dibandingkan dengan musim kemarau, mereka  harus membeli air dengan jumlah besar, tak jarang kerugian di alami oleh mereka yang usahanya  bergantung dengan air," imbuhnya.

    Seperti yang kita ketahui, meski pun wilayah ini berada di kaki  gunung nan subur, namun langkanya sumber mata air memadai sebabkan krisis air sepanjang kemarau  tak terhindarkan.

    "Dampak lainnya adalah tidak jarang pelaku usaha meliburkan diri demi menghindari kerugian lebih besar,"  ujar Wasrap, pengusaha ternak ayam pedaging, di wlayah ini.

    Hal yang sama, lanjut Wasrap, juga menimpa beberapa rekannya yang berkecimpung di bidang pertanian.  

    ■ Himawan / Dwi Sri Maryanto

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru

    loading...