-->
  • Jelajahi

    Copyright © ABNEWS.id | Berita Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan Halaman Depan

    Menu Bawah

    Polda Banten Amankan 370.430 Butir Obat Terlarang Daftar G

    AB NEWS
    Senin, 09 November 2020, 19:43 WIB Last Updated 2020-11-09T12:43:30Z
    Polda Banten Amankan 370.430 Butir Obat Terlarang Daftar G

    AB NEWS ■ Ditresnarkoba Polda Banten mengungkap kasus Penyalahgunaan Obat-obatan Daftar G, untuk masa bulan Januari hingga Oktober 2020, pada Senin (09/11/2020).

    Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro S.I.K., M.Si. bersama Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi, PLT Kepala BPOM Provinsi Banten Lintang Purba Jaya, dan Dinkes Banten hadir dalam Press Conference, di Mapolda Banten.

    Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Fiandar menjelaskan, bahwa Ditresnarkoba Polda Banten berhasil mengungkap sebanyak 108 kasus penyalahgunaan obat-obatan dan mengamankan 126 pengedar di wilayah hukum Polda Banten.

    Dari tangan para tersangka, Polisi berhasil menyita dan mengamankan barang bukti sejumlah 370.430 butir berbagai obat terlarang daftar G, seperti Hexymer dan Tramadol.

    Pengungkapan kasus tersebut, merupakan wujud komitmen dan keseriusan Polda Banten dalam memerangi peredaran obat-obatan terlarang. Para pelaku ditangkap dari wilayah Hukum Polda Banten dan Polres jajaran.

    "Semuanya ada 108 kasus, 126 tersangka pengedar dan 370.430 butir lebih obat-obat terlarang seperti Hexymer dan tramadol," jelas Irjen Fiandar, Senin (09/10/2020).

    Modus para pelaku ini, lanjut Irjen Fiandar, biasanya menjual dengan kedok toko kosmetik dan kelontongan. Yang dijual dengan harga Rp10 ribu persatu bet obat. Biasanya Sasaran pembeli yakni dari kalangan remaja dan orang dewasa diantaranya para pelajar, anak punk dan pengamen.

    "Para pelaku ini mengaku dapat barang dari Jakarta melalui jalur tidak resmi atau ilegal, tapi ini ada juga dari luar (Banten dan Jakarta). Biasanya ada pabriknya seperti home industri, ini yang sedang kami kembangkan," papar Kapolda Banten.

    Fiandar menambahkan, bahwa motif para pelaku menjual obat terlarang karena sulitnya mencari pekerjaan di masa pandemi Covid-19.

    "Dimasa pandemi ini, dijadikan alasan sebagai mata pencaharian, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dikarenakan sulitnya mencari lapangan pekerjaan," Sambung Irjen Fiandar. 

    Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro S.I.K., M.Si. menuturkan, bahwasannya dari sebanyak 108 kasus itu ,secara rata-rata Polda Banten berhasil mengungkap Kasus dalam Tiga Hari Satu Kasus.

    Mantan Kapolres Sukabumi Kota ini menjabarkan atas keberhasilan setiap jajaran Polres dalam mengungkap kasus tersebut. Diantaranya Polresta Tangerang mengungkap sejumlah 23 Kasus dengan Barang bukti sejumlah 226.207 butir.

    Polres Lebak 23 kasus dengan Barang bukti sejumlah 55.951 butir, kemudian Polres Serang Kota dan Kabupaten 30 kasus dengan Barang bukti 17.332 butir, Polres Pandeglang 17 kasus dengan Barang bukti 9.301 butir dan Polres Cilegon 9 kasus dengan Barang bukti 49.689 butir.

    "Polresta Tangerang terbanyak mengamankan barang bukti, karena wilayahnya berdekatan dengan Ibu Kota Jakarta. Sehingga aksesnya mudah," imbuh Kombes Susatyo.

    Ditempat yang sama, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata S.I.K., M.H. menegaskan, para pelaku dikenakan Pasal 196, 197, 198, 199 UU Kesehatan dengan ancaman penjara selama 10 tahun dan denda maksimal sebesar Rp 1.5 Miliar.

    Terakhir, Kombes Edy menghimbau kepada Orang tua dan masyarakat umumnya, untuk mengawasi perkembangan, perubahan perilaku dan kebiasaan anak-anak dan saudara kita. Agar kita mengetahui lebih dini sesuai usianya.

    "Jika mengetahui ada peredaran obat obatan segera melaporkan kepihak berwajib," tandas Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata S.I.K., M.H. (Dasep/Hms)




    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terbaru

    loading...